Ad Code

Responsive Advertisement

Info

6/recent/ticker-posts

Tradisi Eunuch di China Sebagai Tugas Para Pria Untuk Menjaga Para Selir Raja

Tradisi Eunuch di China  Sebagai Tugas Para Pria Untuk Menjaga Para Selir Raja

Orang Eunuch Pada Jaman Dinasti

Tradisi Eunuch - Bagi orang awam yang mendengar kebiri pastinya akan membuat pemikiran kita terbawa oleh suasana waktu sunat dulu bukan? tapi dalam istilah Eunuch menyebutkan untuk para pria yang telah dikastrasi, yaitu dipotong alat kelaminnya. 

Eunuch biasanya di panggil dengan sebutan pria kasim yang artinya pria yang kehilangan kesuburannya untuk sebuah kepentingan politik, agama, ataupun sosial. Salah satu negara yang terkenal dengan tradisi eunuch adalah China.

Pria yang dikebiri atau langsung saja kita sebut Pria kasim/Eunuch pekerjaan yang sangat ternilai tinggi karena pada tahun Dinasti Shang para raja-raja membutuhkan pelayan yang setia dan tidak bisa mengancam kekuasaan mereka. dan para Eunuch dipilih dari para budak, tahanan peran, atau para sukarelawan yang bersedia untuk dikastrasi/kebiri demi. tawaran para raja juga tidak main-main untuk para Eunuch karena barang siapa yang setia melayani para raja maka akan di berikan jabatan atau kekayaan. 

Inilah tugas-tugas para Eunuch sebagai peran penting untuk pelayanan para raja-raja sebagai berikut : 

  • Pengawal: Eunuch bertugas sebagai pengawal pribadi kaisar dan keluarganya. Eunuch harus melindungi kaisar dari segala ancaman fisik atau politik. Eunuch juga harus menjaga kerahasiaan informasi penting yang berkaitan dengan kaisar.

  • Penasihat: Eunuch bertugas sebagai penasihat kaisar dalam hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan, militer, agama, budaya, atau hubungan luar negeri. Eunuch harus memberikan saran yang jujur, bijaksana, dan loyal kepada kaisar.

  •  Utusan: Eunuch bertugas sebagai utusan kaisar dalam berkomunikasi dengan para pejabat sipil, militer, agama, atau asing. Eunuch harus menyampaikan pesan kaisar dengan tepat, sopan, dan hormat.

  • Pengurus rumah tangga: Eunuch bertugas sebagai pengurus rumah tangga istana. Eunuch harus mengatur segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari kaisar dan keluarganya, seperti makanan, pakaian, perabotan, hiburan, dan lain-lain.

  • Mata-mata: Eunuch bertugas sebagai mata-mata kaisar dalam mengawasi dan melaporkan segala hal yang terjadi di dalam dan di luar istana. Eunuch harus mengumpulkan informasi yang berguna, akurat, dan rahasia bagi kaisar.

Nasib para Eunuch juga tidak sebagus para orang biasa pada umumnya karena Di satu sisi, eunuch memiliki kekuasaan dan kemewahan yang luar biasa sebagai pelayan kaisar. Di sisi lain, eunuch juga harus mengorbankan alat kelamin, keluarga, dan martabat mereka sebagai pria. sebagai berikut nasib para Eunuch di China :

1. Kastrasi: Eunuch harus menjalani proses kastrasi yang sangat menyakitkan dan berbahaya.

Proses kastrasi biasanya dilakukan oleh dokter atau tukang cukur yang tidak profesional. Proses kastrasi melibatkan pemotongan alat kelamin luar dan dalam tanpa anestesi atau antiseptik. Proses kastrasi bisa menyebabkan perdarahan, infeksi, atau kematian.

2. Diskriminasi: Eunuch harus menghadapi diskriminasi dan penghinaan dari masyarakat

Eunuch dianggap sebagai makhluk yang tidak normal, tidak alami, dan tidak berharga. Eunuch sering dilecehkan, dicemooh, atau dilempari batu oleh orang-orang. Eunuch juga tidak memiliki hak-hak sipil atau hukum yang sama dengan orang-orang normal.

3. Kesepian: Eunuch harus hidup dalam kesepian dan kekosongan.

Eunuch tidak bisa memiliki pasangan, anak, atau keluarga sendiri. Eunuch juga tidak bisa memiliki teman atau sahabat yang sejati. Eunuch hanya bisa bergantung pada kaisar atau sesama eunuch untuk mendapatkan kasih sayang atau penghargaan.

4. Dapat Kehilangan Jabatan dan Kekayaannya

Eunuch harus menghadapi kehilangan yang besar dan mendadak. Eunuch bisa kehilangan jabatan, kekayaan, atau nyawa mereka sewaktu-waktu karena pergantian kaisar, perang saudara, revolusi, atau reformasi. Eunuch juga tidak bisa meninggalkan warisan atau kenangan bagi orang-orang yang mereka cintai.

Kesimpulannya tidak semua yang di tawarkan oleh para Eunuch bisa menjamin kebahagiaan dan kasih sayang diri mereka sendiri, walaupun mendapatkan hak sosial tinggi, jabatan serta kekayaan tetapi dari itu semua mereka telah mengorbankan masa depan mereka sebagai seorang pria atau manusia.

Posting Komentar

0 Komentar

Recent, Random or Label